Perbedaan Keramik Lantai dan Dinding

Jika kita berbicara tentang kamar mandi, ruang ini identik dengan air. Karena memang kamar mandi sarana sebagai tempat untuk membersihkan diri, air memang menjadi bagian utama dari ruangan ini. Oleh karena itu, ruang kamar mandi rentan menjadi lembap. Apalagi kamar mandi dirancang untuk memiliki sedikit bukaan untuk melindungi privasi saat beraktivitas di dalamnya, sehingga perputaran udara kurang lancar menyebabkan udara di dalam kamar mandi semakin pengap dan lembap. Masalah kelembapan ini menyebabkan dinding kamar mandi dirancang berbeda dengan ruang-ruangan lainnya. Apabila ruangan – ruangan lain di dalam rumah cukup diberi finishing berupa cat, maka dinding kamar mandi umumnya diberi keramik untuk melindungi dinding dari basah dan lembap. Keramik lantai menjadi pilihan utama finishing dinding untuk kamar mandi karena tingkat porositas yang rendah sehingga kedap air.

Keramik kamar mandi pun dapat digunakan untuk mempercantik tampilan kamar mandi. Saat ini ada banyak sekali model keramik kamar mandi, baik keramik lantai maupun keramik untuk dinding. Tersedia beragam corak, desain, maupun ukuran yang dapat disesuaikan dengan keinginan anda. Sebelum membeli keramik lantai atau untuk dinding, apa saja yang harus Anda perhatikan? Agar tidak salah beli, Anda harus mempertimbangkan hal-hal berikut sebelum membeli keramik untuk kamar mandi. Secara umum keramik untuk kamar mandi dibedakan menjadi dua jenis, yakni keramik lantai dan keramik untuk dinding. Anda dianjurkan menggunakan keramik lantai yang kasar atau antislip karena area ini bersentuhan langsung dengan air.

Keramik bertekstur kasar akan mencegah Anda terpleset karena licin. Gunakan juga keramik lantai dengan pori – pori kecil yang tidak menyerap air dan mudah dibersihkan. Semakin kecil pori-pori keramik, semakin susah kotoran untuk menempel pada keramik. Sedangkan untuk keramik dinding, Anda dapat memilih permukaan yang kasar atau halus. Keramik dinding berfungsi untuk melindungi dinding Anda dari masalah kelembapan karena bersentuhan dengan air. Pastikan juga keramik dinding memiliki pori – pori yang kecil agar tidak mudah menyerap air. Semoga perbedaan keramik diatas bisa menjadi inspirasi bagi anda.